Pengarang : Agnes Davonar
Penerbit : PT Intimedia Ciptanusantara
Tahun
Terbit : 2013
Tebal
Buku : viii + 162 halaman
Cetakan : Pertama, Maret 2013
Kisah
ini ditulis oleh Agnes Davonar, seorang penulis best seller yang telah
melahirkan 9 novel fiksi dan 2 biografi. Karya-karyanya diakui dibeberapa
perpustakaan Universitas di Asia dan
Australia sebagai koleksi resmi. Lima dari novelnya telah diadaptasi ke layar
lebar hingga tahun 2012, yaitu Surat Kecil untuk Tuhan (2011), My
Last Love (2011), My Blackberry Girlfriends (2011), Ayah Mengapa
Aku Berbeda? (2011), My Idiot
Brother (2012).
Bidadari
Terakhir merupakan novel yang terinspirasi dari kisah nyata. Dalam novel
ini dikisahkan Rasya tidak sengaja ditakdirkan untuk bertemu dengan Eva saat
hendak mengantar sahabatnya pergi ke sebuah diskotik. Dari perkenalan itu
Rasya, seorang pelajar SMA kelas 3, merasa iba dengan Eva karena tak memiliki
uang untuk membantu operasi ibunya yang tengah mengalami masa kritis sampai
harus bekerja setengah mati menjadi kupu-kupu malam. Dengan sekuat tenaga ia
mengumpulkan uang untuk membantu Eva. Berkat bantuan Rasya, ibu Eva kembali
sehat. Bukan hanya menolong hidup Eva, Rasya juga mencarikan pekerjaan lain
yang lebih baik lagi untuk Eva. Ketika cinta mulai tumbuh diantara mereka, Eva
harus menerima kenyataan yang sangat pahit bahwa ia menyimpan penyakit akibat
masa lalunya. Eva tak ingin Rasya bersedih karena takdir yang akan memisahkan
mereka. Evapun memutuskan untuk pergi kerumah neneknya bersama ibunya.
Setelah
beberapa minggu Eva tinggal di rumah neneknya, akhirnya Eva kembali pulang.
Segala rasa ingin tahu Rasya tentang Eva semakin memuncak. Saat Rasya datang ke
rumah Eva, Eva sudah terbaring lemas di tempat tidurnya. Saat itu mereka berdua
saling berjuang. Rasya berjuang untuk menyelesaikan ujiannya dan Eva berjuang
untuk melawan masa kritisnya. Mereka kembali bertemu di ujung napas Eva.
Secara
keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Eva rela melakukan pekerjaan apapun demi
ibunya yang saat itu sedang kritis. Cinta Rasya kepada Eva terlihat ikhlas
walaupun Rasya tahu bahwa Eva sebelumnya merupakan seorang perempuan yang tidak
baik dan mempunyai penyakit akibat masa lalunya yang buruk. Rasya dapat
menerima segala kekurangan Eva. Dalam novel ini pembaca dapat belajar untuk
memandang sisi positif dan negatif suatu kehidupan. Di samping itu, pembaca
disadarkan pada kenyataan bahwa cinta tak pernah memilih sebagaimana ia terlahir.
Dalam
novel ini, penulis mengajak pembaca untuk berimajinasi, membayangkan runtutan
cerita dalam novel ini. Novel 162 halaman ini mengakhiri ceritanya dengan sad
ending. Walaupun begitu, tidak menjadikan pembaca kecewa pada penulisnya
dan tidak merasa bosan untuk menyelesaikan membaca. Apalagi bahasa yang
digunakan mudah dipahami dan tidak terdapat istlah-istilah yang membingungkan
pembaca.
Ketegaran
Eva dan ketulusan hatinya tersebut yang menjadikan buku ini begitu inspiratif,
yang mengajak kita untuk memahami kehidupan dan berkorban demi orang yang kita
sayangi. Meskipun manusia memiliki perasaan satu dengan yang lain tetapi Tuhan
memiliki jalan sendiri. Jadi, sangat disayangkan bila kita tidak membacanya.(*)

