Tugas kelompok bahasa Indonesia disuruh menganalisis Biografi tokoh. Kita menganalisis dari biografinya pelukis S.Sudjojono
Analisis Biografi Tokoh
“ S. SUDJOJONO”
A. Riwayat
Hidup
S.Sudjojono dilahirkan di Kasiran,
Tebing Tinggi, Sumatra Utara. Ia dilahirkan sekitar tahun 1913 tetapi tidak ada
kepastian pada tanggal dan bulan kelahirannya. Ayah dan ibunya, Pak Sindu Darmo
dan Narijem adalah orang Jawa asli, namun mereka datang ke tanah Deli sebagai
orang kontrakan, untuk bekerja diperkebunan tanah Deli pada awal abad ke-20.
Pada tahun 1935, Sudjojojno menderita sakit paru-paru. Sudjojono terlibat dalam
percintaan dengan seorang penyanyi, Rose Pandanwangi dan pada saat itu
Sudjojono telah mempunyai istri dan anak. Ayah Sudjojono meninggal tertembak
pada saat hendak menyampaikan sebuah berita penting kepada kelompok tentara di
daerah Gunung Telomoyo.
B. Aktivitas
Sudjojono sekolah di HIS Boedi Oetomo di
Tebing Tinggi. Sudjojono melanjutkan sekolahnya di HIS Arjuna pertama di
Petojo, Jakarta. Dibawa gurunya Pak Yudhakusuma yang kemudian menjadi ayah
angkatnya. Tahun 1928 Sudjojono tamat HIS. Sudjojono mendapatkan beasiswa ke
Sekolah Guru, yaitu ke HIK Gunungsari di Lembang, Bandung. Tahun 1933, dia
dikim ke Rogojampi, Jawa Timur, untuk mengajar di sebuah sekolah Taman Siswa
yang baru dibuka. Di Rogojampi ia membentuk perkumpulan sepak bola yang diberi
nama Lar. Setelah di Rogojampi, dia kembali ke Jakarta dan mengajar di sekolah
Taman Siswa. Sudjojono mengikutsertakan lukisannya dalam pameran berhadiah yang
diselenggarakan di Kunstkring. Sudjojono dengan pelukis lain mendirikan
organisasi yag diberi nama PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia). Ketika Sudjojono
sudah menjadi pelukis Indonesia yang telah mempunyai nama diminta duduk
membantu Bung Karno dalam organisasi Poetra (Poesat Tenaga Rakyat). Sekeluarnya
dari Poetra, Sudjojono masuk Keimin Bunka Shidosho bekerjasama dengan Agus
Djaya. Setelah RI diproklamasikan Sudjojono bergabung dengan API (Angkatan
Pemuda Indonesia). Saat pemerintahan RI hijrah ke Yogyakarta, Sudjojono
bergabung di front Krawang-Cikampek. Tapi kemudian dia pergi ke Madiun, disana
mendirikan Seniman Indonesia Muda bersama teman-teman pelukis lainnya.
Menjelang pemelihan umum yang pertama pada tahun 1950-an Sudjojono masuk
kedalam partai Komunis Indonesia. Dia dicalonkan untuk menjadi anggota DPR, dan
Sudjojono terpilih menjadi anggota DPR. Sudjojono dan istrinya mendirikan
sanggar yang diberi nama “Sanggar Pndanwangi.
C. Keteladanan
Sudjojono
adalah pelukis yang mempunyai visi berlainan dari pada zamannya. Sudjojono
terus melukis, meskipun warna-warna dan lukisan yang dia hasilkan berlainan
dengan lukisan-lukisan sejaman seperti Dezentje dll. Sudjojono memberikan
contoh bagaimana seharusnya bekerja dengan penuh tanggungjawab secara artistik
dan ilmiah. Ia seorang yang sangat teguh berpegang kepada pendapat-pendapat
yang dianggapnya benar.
D. Karya
Karya-karya
yang dihasilkan oleh Sudjojono
1. “Gadis
dan Kucing” melukiskan seorang gadis sedang bermain dakon.
2. “Di
depan kelambu terbuka” melukiskan kehidupan keras denga rasa realisme yang
kuat.
3. “Sayang
bukan anjing” melukiskan dua ekor anjing dengan kepala manusia. Seorang wanita
dan seorang laki-laki.
4. “Orang-orang
lalu” menggabarkan orang-orang sederhana dengan latar belakang lautan dan
perahu-perahu dan nampak seorang wanita yang dilukis seperti seorang dewi.
5. “Arjuna
Sastra Bahu” melukiskan adegan Sokrsana (adiknya Sumantri) memindahkan taman
Sriwedari atas permintaan Raja Arjuna Sasrabahu.
6. “Kristus
disalib” merukapakan salah satu lukisan keagamaan yang kuat.
7. Sltan
Agung menyerang jakarta pada abad ke-17, lukisan itu berukuran 10*8 m2 dibuat
atas pesanan pemerintah DKI.
8. Menerbitkan
sebuah buku berjudul Seniman dan Senilukis (1946)
9. Potret
Diri (I)
10. Pemandangan
di pinggir jalan, Cipayung
11. Pantai
Wonogiri
12. Potret
Diri (II)
13. Candi
Uluwatu, Bali
14. Ada
cahaya di mukanya (I)
15. Pagi
di bawah beringin tua
16. Sebuah
kampung di Cibuln
17. Dibukit
Getsamani
18. Culik-culik
19. Sepucuk
gunung di puncaknya
20. Ada
cahaya di mukanya (II)
21. Potret
Diri (III)
22. Danau
Tba
23. Pengantin
nelayan mau menyebrang
24. Bercinta-cinta
dijalur sungai
25. Dara
putih, anakku
26. Sesudah
konse
27. Kuda
Binal
28. Gunung
Merapi
29. Pulang
30. Pemandangan
31. Top-Pop
32. Pandan
bercelana merah
33. Siiip
dalam segala cuaca
34. Alaxandra
Pandanwangi anakku
35. A
Warning
36. Keluarga
montir berlebaran
37. Potret
diri (IV)
E. Hambatan
& Cra mengatasinya
Pada
awal 50-an Sudjojono dimusuhi kan&muridnya ketika ia masuk dalam kegiatan
politik dan karena melontarkan prinsip realisme,. Sudjojono mengatasi hambatan
itu dengan terus berpegang teguh kepada pendapat-pendapatnya yang dianggap
benar. Pada saat Sudjojono menjadi anggota DPR, ia terlibat dalam percintaan dengan
seorang penyanyi, Rose Pandanwangi, ini menjadi persoalan partai. Sudjojono
diancam ditarik dari anggota parlemen jika tidak memutuskan hubungan dengan
penyanyi itu. Sudjojono mengatasi masalah itu dengan memilih cintanya kepada
Rose daripada kursi parlemen.
Sumber : Pelukis S.Sudjojono
Karya: Ajip Rosidi
Penerbit: Pustaka Jaya


apa yang chintia pahami tentang analisis ?
BalasHapus