Pages

Selasa, 24 September 2013

Ketegaran Dalam Meraih Cinta





Judul            : Bidadari Terakhir
Pengarang    : Agnes Davonar
Penerbit        : PT Intimedia Ciptanusantara
Tahun Terbit            : 2013
Tebal Buku  : viii + 162 halaman
Cetakan        : Pertama, Maret 2013


            Kisah ini ditulis oleh Agnes Davonar, seorang penulis best seller yang telah melahirkan 9 novel fiksi dan 2 biografi. Karya-karyanya diakui dibeberapa perpustakaan Universitas  di Asia dan Australia sebagai koleksi resmi. Lima dari novelnya telah diadaptasi ke layar lebar hingga tahun 2012, yaitu Surat Kecil untuk Tuhan (2011), My Last Love (2011), My Blackberry Girlfriends (2011), Ayah Mengapa Aku Berbeda? (2011),  My Idiot Brother (2012).
            Bidadari Terakhir merupakan novel yang terinspirasi dari kisah nyata. Dalam novel ini dikisahkan Rasya tidak sengaja ditakdirkan untuk bertemu dengan Eva saat hendak mengantar sahabatnya pergi ke sebuah diskotik. Dari perkenalan itu Rasya, seorang pelajar SMA kelas 3, merasa iba dengan Eva karena tak memiliki uang untuk membantu operasi ibunya yang tengah mengalami masa kritis sampai harus bekerja setengah mati menjadi kupu-kupu malam. Dengan sekuat tenaga ia mengumpulkan uang untuk membantu Eva. Berkat bantuan Rasya, ibu Eva kembali sehat. Bukan hanya menolong hidup Eva, Rasya juga mencarikan pekerjaan lain yang lebih baik lagi untuk Eva. Ketika cinta mulai tumbuh diantara mereka, Eva harus menerima kenyataan yang sangat pahit bahwa ia menyimpan penyakit akibat masa lalunya. Eva tak ingin Rasya bersedih karena takdir yang akan memisahkan mereka. Evapun memutuskan untuk pergi kerumah neneknya bersama ibunya.
            Setelah beberapa minggu Eva tinggal di rumah neneknya, akhirnya Eva kembali pulang. Segala rasa ingin tahu Rasya tentang Eva semakin memuncak. Saat Rasya datang ke rumah Eva, Eva sudah terbaring lemas di tempat tidurnya. Saat itu mereka berdua saling berjuang. Rasya berjuang untuk menyelesaikan ujiannya dan Eva berjuang untuk melawan masa kritisnya. Mereka kembali bertemu di ujung napas Eva.
            Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Eva rela melakukan pekerjaan apapun demi ibunya yang saat itu sedang kritis. Cinta Rasya kepada Eva terlihat ikhlas walaupun Rasya tahu bahwa Eva sebelumnya merupakan seorang perempuan yang tidak baik dan mempunyai penyakit akibat masa lalunya yang buruk. Rasya dapat menerima segala kekurangan Eva. Dalam novel ini pembaca dapat belajar untuk memandang sisi positif dan negatif suatu kehidupan. Di samping itu, pembaca disadarkan pada kenyataan bahwa cinta tak pernah memilih sebagaimana ia terlahir.
            Dalam novel ini, penulis mengajak pembaca untuk berimajinasi, membayangkan runtutan cerita dalam novel ini. Novel 162 halaman ini mengakhiri ceritanya dengan sad ending. Walaupun begitu, tidak menjadikan pembaca kecewa pada penulisnya dan tidak merasa bosan untuk menyelesaikan membaca. Apalagi bahasa yang digunakan mudah dipahami dan tidak terdapat istlah-istilah yang membingungkan pembaca.

            Ketegaran Eva dan ketulusan hatinya tersebut yang menjadikan buku ini begitu inspiratif, yang mengajak kita untuk memahami kehidupan dan berkorban demi orang yang kita sayangi. Meskipun manusia memiliki perasaan satu dengan yang lain tetapi Tuhan memiliki jalan sendiri. Jadi, sangat disayangkan bila kita tidak membacanya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 24 September 2013

Ketegaran Dalam Meraih Cinta





Judul            : Bidadari Terakhir
Pengarang    : Agnes Davonar
Penerbit        : PT Intimedia Ciptanusantara
Tahun Terbit            : 2013
Tebal Buku  : viii + 162 halaman
Cetakan        : Pertama, Maret 2013


            Kisah ini ditulis oleh Agnes Davonar, seorang penulis best seller yang telah melahirkan 9 novel fiksi dan 2 biografi. Karya-karyanya diakui dibeberapa perpustakaan Universitas  di Asia dan Australia sebagai koleksi resmi. Lima dari novelnya telah diadaptasi ke layar lebar hingga tahun 2012, yaitu Surat Kecil untuk Tuhan (2011), My Last Love (2011), My Blackberry Girlfriends (2011), Ayah Mengapa Aku Berbeda? (2011),  My Idiot Brother (2012).
            Bidadari Terakhir merupakan novel yang terinspirasi dari kisah nyata. Dalam novel ini dikisahkan Rasya tidak sengaja ditakdirkan untuk bertemu dengan Eva saat hendak mengantar sahabatnya pergi ke sebuah diskotik. Dari perkenalan itu Rasya, seorang pelajar SMA kelas 3, merasa iba dengan Eva karena tak memiliki uang untuk membantu operasi ibunya yang tengah mengalami masa kritis sampai harus bekerja setengah mati menjadi kupu-kupu malam. Dengan sekuat tenaga ia mengumpulkan uang untuk membantu Eva. Berkat bantuan Rasya, ibu Eva kembali sehat. Bukan hanya menolong hidup Eva, Rasya juga mencarikan pekerjaan lain yang lebih baik lagi untuk Eva. Ketika cinta mulai tumbuh diantara mereka, Eva harus menerima kenyataan yang sangat pahit bahwa ia menyimpan penyakit akibat masa lalunya. Eva tak ingin Rasya bersedih karena takdir yang akan memisahkan mereka. Evapun memutuskan untuk pergi kerumah neneknya bersama ibunya.
            Setelah beberapa minggu Eva tinggal di rumah neneknya, akhirnya Eva kembali pulang. Segala rasa ingin tahu Rasya tentang Eva semakin memuncak. Saat Rasya datang ke rumah Eva, Eva sudah terbaring lemas di tempat tidurnya. Saat itu mereka berdua saling berjuang. Rasya berjuang untuk menyelesaikan ujiannya dan Eva berjuang untuk melawan masa kritisnya. Mereka kembali bertemu di ujung napas Eva.
            Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Eva rela melakukan pekerjaan apapun demi ibunya yang saat itu sedang kritis. Cinta Rasya kepada Eva terlihat ikhlas walaupun Rasya tahu bahwa Eva sebelumnya merupakan seorang perempuan yang tidak baik dan mempunyai penyakit akibat masa lalunya yang buruk. Rasya dapat menerima segala kekurangan Eva. Dalam novel ini pembaca dapat belajar untuk memandang sisi positif dan negatif suatu kehidupan. Di samping itu, pembaca disadarkan pada kenyataan bahwa cinta tak pernah memilih sebagaimana ia terlahir.
            Dalam novel ini, penulis mengajak pembaca untuk berimajinasi, membayangkan runtutan cerita dalam novel ini. Novel 162 halaman ini mengakhiri ceritanya dengan sad ending. Walaupun begitu, tidak menjadikan pembaca kecewa pada penulisnya dan tidak merasa bosan untuk menyelesaikan membaca. Apalagi bahasa yang digunakan mudah dipahami dan tidak terdapat istlah-istilah yang membingungkan pembaca.

            Ketegaran Eva dan ketulusan hatinya tersebut yang menjadikan buku ini begitu inspiratif, yang mengajak kita untuk memahami kehidupan dan berkorban demi orang yang kita sayangi. Meskipun manusia memiliki perasaan satu dengan yang lain tetapi Tuhan memiliki jalan sendiri. Jadi, sangat disayangkan bila kita tidak membacanya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar